Rabu, 16 November 2011

METODE PENELITIAN AGRIBISNIS

Tugas individu

METODE PENELITIAN AGRIBISNIS










DISUSUN OLEH:

NAMA    :    AGUS SALIM
NIM         :    10596 009 09
KELAS   :    IV. A




JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gabah/ Beras merupakan makanan pangan utama disulawesi selatan, Kabupaten Bone sebagai salah satu daerah yang berada di pesisir timur Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis dalam perdagangan barang dan jasa di Kawasan Timur Indonesia yang secara administratif  terdiri dari 27 kecamatan, 333 desa dan 39 kelurahan. Kabupaten ini terletak 174 km ke arah timur Kota Makassar, berada pada posisi 4°13'- 5°6' LS dan antara 119°42'-120°30' BT. Luas wilayah Kabupaten Bone 4.559 km²  sebagian besar wilahyahnya Persawahan: 88.449 Ha dimana kebanyak dari lahan sawah itu ditanami padi yang memiliki potensi paling besar dibanding tanaman pangan lainnya.
Peran komoditas gabah/ beras yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan sehingga pemerintah berusaha membuat dan melaksanakan kebijakan perberasan sehingga mengambil langkah-langkah antara lain peningkatan produktivitas, kualitas dan produksi serta pemanfaatan sumber daya alam, dukungan bagi diversifikasi kegiatan ekonomi petani, penanganan pasca panen untuk meningkatkan kualitas kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP), menyediakan dan menyalurkan beras untuk keluarga miskin dan rawan pangan serta keadaan darurat dan mengatur ekspor impor.
Pemerintah melalui instruksi presiden (inpres) telah menetapkan kebijakan perberasan yang diharapkan dapat menguntungkan segala pihak salah salah satunya harga pembelian pemerintah atau lebih dikenal dengan (HPP) dengan harapan kessinambungan persediaan pangan terjamin dan gejolak harga beras/gabah.
Ketika produksi gabah melimpah terutama pada saat panen seringkali timbul berbagai masalah seperti harga gabah dibawah harga pembelian pemerintah (HPP), masalah ini memerlukan penanganan secara khusus agar dapat menguntungkan semua pihak agar seluruh pelaku yang terlibat dalam pemasaran komoditas beras/gabah, tidak ada yang dirugikan mulai dari petani, pedagang  pengumpul, pengusaha penggiling padi, hingga ketingkat konsumen beras.
Harga gabah atau beras yang sudah ditetapkan pemerintah melalui (HPP) harga pembelian pemerintah seringkali diabaikan oleh para pengusaha penggiling padi di Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bonesebagai pembeli dari petani, contohnya saja pada panen musim lalu harga yang diberikan pengusaha penggiling padi mulai dari Rp 2300, kemudian turun sekitar Rp 200 hingga mencapai 2000 rupiah itupun dalam jumlah banyak. Jauh dibawah harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu Instruksi Presiden (Inpres) No 1/2008, HPP atas gabah kering panen (GKP) di tingkat petani ditetapkan Rp2.400 per kg, dan harga gabah kering giling (GKG) di gudang Bulog Rp2.840 per kg. Untuk HPP beras di gudang Bulog dinaikkan Rp300 menjadi Rp4.300 per kg.
1.2   Rumusan Masalah
1.      Seberapa besar tingkat pengetahuann petani di Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, tentang (HPP) Harga Gabah Pembelian Pemerintah?
2.      Apa saja yang menyebabkan sehingga Pengusaha Penggiling Padi di Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone,  membeli gabah Petani hingga dibawah (HPP) Harga pembelian Pemerintah?
3.      Apa yang harus dilakukan agar Pengusaha Penggiling Padi di Kelurahan Waetuo, Kecamatan tanete Riattang Timur, Kabupaten bone tidak membeli gabah Petani dibawah (HPP) Harga Pembelian Pemerintah?



1.3  Tujuan Penelitian
1.      mengetahui tingkat pengetahuann petani di Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, tentang (HPP) Harga Gabah Pembelian Pemerintah?
2.      Mengetahui penyebab Pengusaha Penggiling Padi di Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone,  membeli gabah Petani hingga dibawah (HPP) Harga pembelian Pemerintah?
3.      Mengetahui hal-hal yang harus dilakukan agar Pengusaha Penggiling Padi di Kelurahan Waetuo, Kecamatan tanete Riattang Timur, Kabupaten bone tidak membeli gabah Petani dibawah (HPP) Harga Pembelian Pemerintah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar